Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengusulkan penyesuaian tata letak gerbong wanita pada KRL. Usulan ini muncul setelah insiden kecelakaan yang melibatkan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, yang mengakibatkan banyak penumpang wanita menjadi korban. Dalam pernyataannya, menteri tersebut menyampaikan bahwa perlunya kajian ulang tentang tata letak penumpang dalam kereta. Tujuannya adalah untuk meningkatkan keamanan dan mengurangi risiko bagi penumpang, khususnya perempuan. Dengan mempertimbangkan tragedi yang baru saja terjadi, usulan ini mendapatkan perhatian serius. Diharapkan, perubahan tata letak ini dapat memberikan rasa aman kepada penumpang…
Read More