Ungkapan Gabriel Harvianto tentang Tantangan Drama Musikal Mar dan Respons Veteran

Kembali menghidupkan drama musikal “Mar” menjadi tantangan tersendiri bagi Gabriel Harvianto, yang didapuk sebagai Sersan Marzuki. Apalagi, pementasan kali ini mengalami peningkatan pada aspek teknis, agar para penonton merasakan pengalaman visual yang berbeda.

Pementasan “Mar” memadukan romansa dan patriotisme melalui drama musikal yang mengambil latar peristiwa sejarah Bandung Lautan Api. Pertunjukan ini akan berlangsung pada 15-17 Mei 2026 di Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan.

“Tantangan terbesar bagi kami tentunya mempertahankan kualitas dari pertunjukan tahun lalu yang mendapat respons sangat baik dari penonton. Kami perlu menjaga nilai-nilai yang telah tercapai dan memasukkan elemen baru untuk meningkatkan kualitas pertunjukan,” ungkap Gabriel Harvianto di Ciputra Artpreneur.

“Selain itu, pergantian sutradara dan set panggung menjadi tantangan tersendiri. Sebelumnya kami menggunakan panggung datar, kini kami menggunakan panggung rotator yang berputar, sehingga banyak penyesuaian yang diperlukan dalam blocking dan koreografi,” tambah Gabriel menjelaskan.

Proses Kreatif dalam Pengembangan Drama Musikal “Mar”

Proses kreatif dalam pengembangan drama musikal “Mar” diwarnai dengan berbagai diskusi antara tim kreatif. Setiap anggota tim memiliki kontribusi yang signifikan dalam mewujudkan visi pertunjukan ini.

Tim kreatif berfokus pada pengembangan narasi yang kuat untuk menarik perhatian penonton. Fokus pada karakter dan dinamika antar tokoh menjadi bagian penting dalam proses penulisan naskah yang berlangsung intens.

Melalui kolaborasi yang erat, mereka berusaha menciptakan suasana yang mampu memberikan pengalaman mendalam bagi penonton. Setiap elemen, mulai dari musik, desain set, hingga penampilan para aktor, disusun secara harmonis.

Menghadirkan Unsur Visual yang Menarik dan Berbeda

Unsur visual yang menarik menjadi salah satu keunggulan pementasan kali ini. Desain set panggung yang dinamis diharapkan dapat menciptakan suasana yang lebih hidup saat pertunjukan berlangsung.

Panggung rotator yang berputar akan memberikan perspektif baru bagi penonton. Dengan begitu, mereka dapat menikmati berbagai sudut pandang yang berbeda dalam menyaksikan perjalanan cerita.

Kostum yang dikenakan oleh para pemain juga dirancang dengan cermat untuk mencerminkan era yang diangkat dalam sejarah. Dengan perpaduan warna yang sesuai, penonton akan merasakan atmosfer yang lebih autentik.

Keterlibatan Komunitas dan Harapan Untuk Masa Depan

Keterlibatan komunitas menjadi salah satu fokus dalam pementasan “Mar”. Para seniman lokal dan penggiat seni diundang untuk berpartisipasi, memberikan mereka kesempatan untuk menunjukkan bakat dan keterampilan mereka.

Dengan menggandeng komunitas, pertunjukan diharapkan bisa memperkuat ikatan antara seni dan masyarakat. Keberadaan seni pertunjukan dapat menjadi jembatan untuk menyampaikan pesan yang lebih luas tentang sejarah dan nilai-nilai kemanusiaan.

Di masa depan, Gabriel berharap “Mar” dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi dunia seni tanah air. Ia percaya bahwa dengan kolaborasi dan semangat yang tinggi, pementasan ini akan mampu menarik lebih banyak penonton dan memberikan pengalaman tak terlupakan.

Related posts