Juara Liga 2 Garudayaksa Menang Adu Penalti atas PSS di Championship

Garudayaksa FC berhasil meraih gelar juara pada Championship Liga 2 musim 2025/2026 setelah menjalani pertandingan dramatis yang diakhiri dengan adu penalti. Dalam duel yang berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, tim ini mengalahkan PSS Sleman dengan skor 4-3 setelah bermain imbang 2-2 selama waktu reguler dan tambahan.

Pertandingan yang dinanti-nanti ini berlangsung dengan intensitas tinggi, dengan kedua tim saling menyerang sejak menit pertama. Adanya kartu kuning yang dikeluarkan oleh wasit seiring jalannya pertandingan menunjukkan betapa ketatnya pertarungan di lapangan.

Selama 15 menit pertama, kedua tim tampak hati-hati dalam menyerang, meskipun masing-masing menciptakan peluang. Kekuatan pertahanan dari kedua tim membuat skor tetap 0-0, menambah ketegangan bagi para pendukung di stadion.

Penampilan Mengesankan di Babak Pertama

Memasuki menit ke-21, Garudayaksa mulai menunjukkan dominasinya dengan serangan yang lebih terarah. Andik Vermansah menguji kemampuan kiper lawan dengan tembakan keras, meskipun upayanya masih bisa diantisipasi oleh kiper PSS.

Hanya dua menit kemudian, Garudayaksa sukses membobol gawang PSS lewat sundulan Kelilauw. Gol tersebut membuat Garudayaksa unggul 1-0 dan semakin meningkatkan semangat tim.

Menjelang akhir babak pertama, Garudayaksa memperoleh kesempatan emas melalui tendangan penalti yang dieksekusi oleh Everton. Keberhasilannya menambah keunggulan tim menjadi 2-0, menjelang waktu istirahat.

PSS Sleman Melakukan Perlawanan Kuat

Memasuki babak kedua, PSS Sleman berupaya keras untuk mengejar ketertinggalan. Usaha mereka membuahkan hasil pada menit ke-60 saat Gustavo Tocantins menjebol gawang Garudayaksa, mengubah skor menjadi 1-2.

Namun, kegembiraan PSS sempat teredam ketika gol kedua Tocantins pada menit ke-76 dianggap offside oleh wasit. Pertandingan terus berjalan ketat hingga menit akhir, di mana PSS kembali mendapatkan peluang.

Di menit ke-90+2, Gustavo Tocantins berhasil mencetak gol penyama kedudukan menjadi 2-2, memaksa pertandingan berlanjut ke babak tambahan waktu.

Drama Adu Penalti Yang Menegangkan

Setelah dua babak tambahan waktu tanpa gol, adu penalti menjadi penentu pemenang. Everton dari Garudayaksa menjadi penendang pertama namun gagal mencetak gol, menguntungkan PSS yang berhasil lewat Junior Haqi.

Namun, Garudayaksa tak kehilangan semangat dan Mandacingi menyeimbangkan skor adu penalti menjadi 1-1 setelah sukses menjebol gawang. PSS tampak tertekan ketika penendangnya Kevin Gomes gagal menetralisir keunggulan.

Setiap penendang yang mengikuti menambah ketegangan, dengan Garudayaksa yang memimpin 3-2 berkat gol Dedi Tri Maulana. Namun, PSS memenuhi harapan dengan gol dari Arda Alfareza, menyamakan skor menjadi 3-3.

Penendang kelima Garudayaksa, Taufik Hidayat, berhasil mencetak gol penentu, dan skornya pun menjadi 4-3. Semua harapan PSS bergantung pada penendang terakhir Gustavo Tocantins yang, sayangnya, gagal mencetak gol setelah tendangannya berhasil diblok oleh kiper Garudayaksa.

Dengan kemenangan ini, Garudayaksa FC dinyatakan sebagai juara Championship Liga 2, sementara PSS Sleman harus puas sebagai runner-up. Keduanya kini siap berkompetisi di Super League musim depan, bersama dengan tim lainnya.

Related posts