Ada harapan baru di dunia tenis Indonesia berkat seorang bintang muda, Janice Tjen, yang mulai mencuri perhatian sejak tahun lalu. Dengan pencapaian yang gemilang, Janice menjadi simbol baru kekuatan Merah Putih di arena internasional. Di usianya yang baru 23 tahun, dia telah mengukir empat gelar WTA, terdiri dari satu di tunggal dan tiga di ganda, serta menarik perhatian para penggemar olahraga tanah air.
Prestasi Janice di tahun 2025 juga cukup berarti, di mana ia berhasil meraih satu medali emas dan satu medali perunggu di SEA Games. Namun, awal tahun 2026 ini tidak berjalan mulus baginya, dengan sejumlah hasil yang tidak memenuhi harapan, namun tetap menunjukkan potensi yang menjanjikan ke depan.
Setelah mengalami beberapa kekalahan di turnamen awal tahun, termasuk di ASB Classic dan Hobart International, Janice berhasil menunjukkan kemajuan. Di Hobart, meskipun kalah di babak pertama tunggal, dia meraih kemenangan di sektor ganda, yang membantu mendongkrak peringkatnya di kategori tersebut.
Perjalanan Awal Janice di Turnamen Internasional pada 2026
Janice memulai musim ini dengan harapan yang tinggi, tetapi ia menghadapi tantangan berat. Kalah di babak pertama ASB Classic sebagai unggulan keenam, membuatnya menyadari betapa kerasnya persaingan di level ini.
Di turnamen selanjutnya, Hobart International, ia kembali harus berhadapan dengan kebangkitan semangat meskipun terhenti di babak tunggal. Namun, kesuksesannya di ganda menjadi titik terang dalam rangkaian pertandingannya.
Australian Open menjadi momen krusial bagi Janice, di mana dia berhasil mengalahkan Leylah Fernandez. Ini adalah sinyal bahwa dia semakin mendekati jenjang para pemain elite dunia.
Keberanian dan Kekuatan Mental Janice di Lapangan
Setelah penampilan di Australia, Janice terbang ke Timur Tengah untuk mengikuti Abu Dhabi Open. Di sini, dia kembali berhasil melewati tantangan dengan menang melawan Maya Joint. Ini membuktikan bahwa Janice mampu bersaing dan mengalahkan petenis dengan ranking lebih tinggi, menunjukkan kemajuan pesat dalam permainannya.
Berdasarkan hasil yang diperoleh, meskipun mengalami kekalahan di babak kedua, dia menunjukkan semangat yang tidak mudah patah. Bergeser ke turnamen Qatar Open, Janice kembali menunjukkan kemampuannya, meraih kemenangan melawan Beatriz Haddad Maia.
Perjuangannya di Qatar berlanjut saat ia dipertemukan dengan Iga Swiatek. Meski kalah, performa Janice di set kedua menunjukkan potensi yang terus berkembang, mengindikasikan bahwa dia adalah petenis yang kian diperhitungkan.
Langkah Menuju Dubai Championships dan Kesuksesan yang Diharapkan
Dubai Championships menjadi panggung penting bagi Janice di tahun ini. Di kejuaraan WTA 1000, Janice sukses memulangkan Dayana Yastremska, menandakan bahwa ia memang layak untuk bersaing di tingkat ini.
Dengan keberhasilan melawan Fernandez di babak kedua, Janice kini berhasil mencapai fase selanjutnya. Pertandingan melawan Amanda Anisimova di babak ketiga menjadi tantangan baru yang siap dijawabnya dengan semangat juang.
Walaupun hasil dari laga tersebut sangat penting, pencapaiannya hingga saat ini sudah menunjukkan bahwa Janice telah melakukan kemajuan yang signifikan. Kini, lawan-lawannya mulai menyadari keberadaan Janice sebagai atlet yang patut diwaspadai.
