Berita Terkini, Jakarta – Film Jangan Seperti Bapak telah menarik perhatian banyak penonton, dan salah satu faktor kunci kesuksesannya adalah kehadiran para aktor berbakat seperti Zee Asadel, Donny Damara, dan Irwan Chandra. Meski bergenre action, tantangan terbesar bagi Irwan Chandra justru datang dari kondisi kesehatan yang memaksanya berjuang menghadapi situasi tak terduga.
Dalam proses syuting, Irwan mengalami masalah kesehatan yang serius ketika usus buntunya pecah. Kejadian ini membuatnya dilarikan ke rumah sakit dan harus menjalani operasi, serta mendapatkan instruksi untuk beristirahat total pasca-operasi yang berlangsung selama beberapa minggu.
Setelah menjalani bed rest selama seminggu, Irwan Chandra dihadapkan pada tawaran untuk kembali syuting film ini. Walau dalam kondisi masih pemulihan, ia merasa tertantang untuk mengambil peran tersebut. Dengan ketegangan yang dialaminya, Irwan tetap berkomitmen untuk memberikan penampilan terbaik meskipun di tengah rasa sakit.
Perjuangan Seorang Aktor di Tengah Tantangan Kesehatan
Irwan Chandra menjelaskan bagaimana perjuangan pasca-operasi sangat memengaruhi proses syutingnya. Dalam waktu yang sangat terbatas, ia harus kembali ke lokasi syuting dengan kondisi fisik yang belum sepenuhnya pulih. Rasa sakit dan ketidaknyamanan menjadi bagian tak terpisahkan dalam proses tersebut.
Pasca-operasi, dokter biasanya merekomendasikan waktu istirahat satu bulan agar pasien dapat sepenuhnya pulih. Namun, jadwal syuting film memaksanya hanya untuk beristirahat selama seminggu sebelum harus kembali di depan kamera. Kondisi ini dapat dianggap berisiko, mengingat jahitan di perutnya masih terbilang baru.
Berjuang melawan rasa sakit, Irwan tetap menunjukkan profesionalisme yang tinggi. Setiap gerakan yang ia lakukan harus diperhitungkan agar tidak memperparah kondisinya. Meski harus menahan ketidaknyamanan, semangatnya untuk berakting tetap tinggi.
Kekhawatiran di Balik Adegan Aksi
Adegan baku hantam menjadi momen yang paling ditunggu dalam film ini, dan hal ini menjadi sumber kekhawatiran bagi Irwan. Ia harus beradu aksi dengan Marsyel Ririhena, seorang aktor yang sudah terkenal dengan keahlian bela dirinya. Adegan ini mengharuskan Irwan untuk tidak hanya terlibat dalam perkelahian tetapi juga menjaga keselamatannya di tengah proses tersebut.
Marsyel Ririhena dikenal sebagai seorang master dalam seni bela diri Merpati Putih, sehingga Irwan merasa adanya tekanan lebih saat berhadapan dengannya. Salah satu adegan bahkan melibatkan pisau bohongan, yang menambah ketegangan saat syuting berlangsung.
Irwan mengakui bahwa bermain dalam adegan aksi seperti ini tidaklah mudah, terlebih ia harus melakukannya dalam kondisi fisik yang belum sepenuhnya pulih. Keberanian dan ketidakpastian menjadi kunci dalam menghadapi tantangan ini.
Belajar dari Pengalaman yang Sulit
Pengalaman yang dialami Irwan Chandra saat syuting Jangan Seperti Bapak membuka perspektif baru baginya. Momen-momen sulit ini tidak hanya menantang fisiknya tetapi juga mentalnya. Ia belajar untuk lebih menghargai proses dan ketangguhan dalam berkarya di dunia perfilman.
Di tengah semua rintangan yang ada, Irwan mampu menyikapinya dengan baik. Ia merasa bahwa setiap tantangan adalah kesempatan untuk tumbuh dan belajar lebih banyak tentang diri sendiri. Rasa sakit yang ia hadapi justru memberikan pelajaran berharga tentang kesabaran dan dedikasi.
Film ini tidak hanya sekadar karya seni bagi Irwan, tetapi juga menjadi simbol perjuangannya menghadapi kondisi yang sulit. Ia berharap penonton dapat merasakan semangat dan usaha yang ia tanamkan dalam setiap adegan.
