Di tengah konflik yang berkepanjangan dengan kedua orangtuanya, pasangan Brooklyn Beckham dan Nicola Peltz dilaporkan mempertimbangkan untuk mengadopsi anak. Keputusan ini muncul dari keinginan mereka untuk membangun keluarga dan memberikan kehidupan yang lebih baik bagi anak-anak yang tidak beruntung.
Sebuah sumber yang dekat dengan mereka mengungkapkan bahwa pembicaraan tentang adopsi telah menjadi topik yang disepakati oleh pasangan ini. Keduanya memiliki keinginan yang kuat untuk memiliki banyak anak, dan mereka tidak menutup kemungkinan untuk mengadopsi satu di antara mereka.
Dalam pandangan mereka, sebagai individu yang berasal dari keluarga dengan kekayaan dan keberuntungan, Nicola dan Brooklyn merasa terpanggil untuk memberikan kembali kepada masyarakat. Mereka percaya bahwa memberi kesempatan hidup yang lebih baik bagi anak yang kurang beruntung adalah langkah yang sangat mulia.
Perubahan Hidup yang Signifikan dan Pertimbangan Adopsi
Pembicaraan adopsi ini tentunya bukan keputusan yang tergesa-gesa. Sumber lain mengungkapkan bahwa pasangan ini telah memikirkan hal ini dengan serius dan berkomunikasi secara mendalam tentang rencana mereka. Rencana ini juga muncul setelah Nicola berhasil menurunkan berat badannya demi peran film terbarunya.
Menurunkan berat badan hingga 90 pon atau sekitar 40 kg tentu bukan hal yang mudah. Proses tersebut membutuhkan disiplin tinggi dan pengorbanan, dan saat ini, Nicola tampak lebih fokus pada kariernya di dunia akting. Dengan kondisi fisiknya yang baru, bercita-cita untuk memiliki anak kandung saat ini tampaknya menjadi sebuah tantangan yang signifikan bagi mereka.
Sumber yang sama juga menyebutkan bahwa dengan berbagai pertimbangan, adopsi menjadi opsi yang sangat memungkinkan. Pasangan ini ingin memastikan bahwa mereka dapat memberikan perhatian dan cinta kepada anak yang mereka adopsi tanpa terbebani oleh kondisi fisik dan kesehatan saat ini.
Ketegangan dalam Keluarga dan Impian Bersama
Keputusan untuk mengadopsi anak juga datang di tengah ketegangan di antara Brooklyn dan orangtuanya. Beberapa minggu yang lalu, Brooklyn menyatakan ketidaktertarikannya untuk memperbaiki hubungannya dengan keluarga, bahkan saudara-saudaranya. Melalui media sosial, ia mengungkapkan kekecewaannya terhadap orangtuanya dan marah akan perlakuan mereka terhadap pernikahan dengan Nicola.
Pernyataan Brooklyn mengenai ketidakcocokan dengan keluarganya, termasuk tuduhan bahwa orangtuanya berusaha merusak pernikahannya, semakin memperkeruh hubungan mereka. Ia bahkan mengklaim bahwa ibunya, Victoria, menari secara tidak pantas di pesta pernikahan mereka, menambah bumbu kontroversi yang menyelimuti hubungan ini.
Situasi ini memang kompleks, dan meski ada ketegangan, dodasi anak dapat menjadi cara bagi mereka untuk menyatukan cinta dan komitmen. Dengan harapan untuk membangun keluarga yang lebih harmonis, Brooklyn dan Nicola berusaha menjalani langkah-langkah baru dalam kehidupan mereka.
Pentingnya Keluarga dan Komitmen untuk Masa Depan
Keluarga merupakan salah satu aspek terpenting dalam kehidupan manusia, dan Brooklyn dan Nicola jelas mengakui nilai tersebut. Meskipun beberapa anggota keluarga mereka terlibat dalam konflik, keduanya tetap berpegang pada visi mereka untuk memiliki keluarga yang bahagia. Pengalaman pribadi Brooklyn dan Nicola dalam menghadapi tantangan tampaknya semakin menguatkan tekad mereka untuk menciptakan lingkungan keluarga yang penuh kasih sayang.
Adopsi, dalam pandangan mereka, bukan hanya sekadar menambah jumlah anggota keluarga. Ini adalah peluang untuk menyatukan cinta dan memberikan kehidupan yang lebih baik bagi anak-anak yang membutuhkan. Mereka ingin memastikan bahwa hati mereka terbuka untuk menyambut anak yang akan menjadi bagian dari kisah hidup mereka.
Dengan impian yang besar dan tekad yang kuat, Brooklyn dan Nicola mempersiapkan diri untuk perjalanan baru ini. Harapan mereka adalah untuk lebih dekat satu sama lain dan menciptakan keluarga yang saling mendukung dan mencintai, apa pun tantangan yang mungkin datang.
