Pariwisata Bali telah menjadi sorotan utama dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah pandemi. Menargetkan turis asing yang berkualitas pada tahun 2026, pemerintah setempat berupaya meningkatkan standar kunjungan wisatawan.
Gubernur Bali, Wayan Koster, mengungkapkan bahwa salah satu fokus utamanya adalah memastikan wisatawan memiliki kelayakan finansial. Hal ini dilakukan untuk menjamin bahwa para pengunjung dapat memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal.
Pemprov Bali akan memberikan perhatian khusus kepada aspek-aspek seperti saldo tabungan dan rencana kegiatan selama di Bali. Dengan cara ini, mereka berharap dapat mengontrol jumlah dan jenis wisatawan yang datang.
Menjaga Kualitas Wisatawan Melalui Kebijakan yang Ketat
Dalam upaya untuk menjaga kualitas pariwisata, Bali akan melakukan pengecekan terhadap saldo tabungan para wisatawan. Kebijakan ini bertujuan agar hanya wisatawan dengan dana yang memadai yang dapat berkunjung.
Sebagai tambahan, pemerintah akan mengevaluasi rencana tinggal dan aktivitas yang ingin dilakukan oleh para wisatawan. Langkah ini dianggap perlu agar sektor pariwisata bisa lebih terarah dan tidak mengalami overturisme.
Wayan Koster meyakini bahwa setiap negara memiliki kebijakan yang serupa. Dengan mengadopsi praktik yang sudah berjalan di negara lain, Bali berharap dapat menciptakan pengalaman wisata yang lebih terkontrol.
Peningkatan Angka Kunjungan Wisatawan di Tahun 2025
Bali mencatatkan angka kunjungan yang menggembirakan, yaitu 7,050 juta orang melalui jalur udara dan 71 ribu orang melalui jalur laut. Angka ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada tahun 2024, jumlah kunjungan tercatat hanya mencapai 6,3 juta. Hal ini menunjukkan bahwa upaya untuk menarik wisatawan telah membuahkan hasil, meskipun tantangan baru muncul seiring dengan peningkatan angka tersebut.
Namun, Wayan Koster menggarisbawahi pentingnya mengelola situasi ini dengan hati-hati. Meningkatnya jumlah kunjungan tidak boleh mengorbankan kualitas pelayanan dan pengalaman wisata.
Tantangan dan Solusi untuk Pariwisata Bali ke Depan
Walaupun angka kunjungan meningkat, tidak sedikit tantangan yang harus dihadapi. Berbagai masalah seperti kemacetan lalu lintas, sampah, dan banjir menjadi isu utama yang perlu segera diatasi.
Menurut Gubernur Koster, perbaikan harus dimulai dari regulasi yang mendukung pengelolaan pariwisata yang lebih baik. Tantangan ini bukanlah hal yang bisa diselesaikan dalam waktu singkat, memerlukan proses yang berkelanjutan.
Pemprov Bali menyadari bahwa untuk memperbaiki keadaan, kolaborasi antara semua pihak sangat diperlukan. Perlu ada kesadaran bersama untuk menjaga kelestarian lingkungan dan memberikan pengalaman terbaik kepada wisatawan.
