Model Gamis Bini Orang yang Viral dan Banyak Dicari di Pasar Tanah Abang

Pasar Tanah Abang di Jakarta Pusat kembali menjadi pusat perhatian, terutama dengan munculnya tren gamis muslim wanita yang viral di media sosial. Model gamis yang dikenal dengan sebutan “bini orang” ini telah menarik banyak pengunjung dan dianggap sebagai salah satu model pakaian muslim yang tengah populer menjelang Ramadan dan Lebaran 2026.

Tampilan gamis ini bervariasi, ada yang polos dan ada pula yang dihiasi motif sederhana. Dengan kehadiran model-model ini, para pelanggan memiliki banyak pilihan untuk memenuhi kebutuhan fashion mereka di bulan suci.

Dari segi harga, gamis-gamis ini cukup bervariasi. Produk yang polos biasanya dijual dengan harga lebih terjangkau, berkisar antara Rp 130.000 hingga Rp 150.000, dan para pedagang sering memberikan diskon bagi pembelian grosiran.

Untuk model dengan motif yang lebih sederhana, harganya berkisar antara Rp 150.000 sampai Rp 200.000. Namun, bagi yang mencari keindahan lebih, model brokat berwarna krem bisa dijumpai dengan harga hingga Rp 300.000.

Berdasarkan pengamatan para pedagang, model gamis bini orang dengan motif sederhana lebih banyak dicari karena kombinasi antara desain menarik dan harga yang terjangkau. Seorang pedagang bernama Wawan menegaskan bahwa model tersebut sangat laris di pasaran.

Permintaan Tinggi Terhadap Gamis Bini Orang

Peningkatan jumlah pengunjung ke pasar ini dipicu oleh banyaknya permintaan terhadap gamis bini orang. Tekanan terhadap mode baju muslim di bulan Ramadan membuat model ini semakin dikenal luas. Pengunjung mencari potongan yang simpel namun elegan, dengan selera yang beragam.

Pedagang Wawan menambahkan bahwa model gamis dengan motif yang tidak terlalu ramai menjadi favorit. Harganya yang lebih murah sekitar Rp 150.000 menjadi daya tarik tersendiri bagi pembeli.

Tidak hanya itu, ada berbagai model dengan motif yang lebih beragam, seperti semi batik dan motif bunga. Harga untuk tipe ini dimulai dari Rp 165.000 hingga Rp 180.000, tergantung pada kualitas bahan.

Sebagian pelanggan juga tertarik dengan variasi motif yang lebih berani, meskipun pendekatan yang sederhana cenderung lebih diminati. Wawan menekankan bahwa selera dan anggaran masing-masing konsumen sangat menentukan pilihan mereka.

Siti, salah satu pedagang lain, menjual gamis berbahan brokat dengan mayoritas warna krem. Menurutnya, jenis ini memiliki harga yang lebih tinggi, yakni Rp 300.000. Meskipun hanya satu varian yang ditawarkan, pelanggan dapat memilih berbagai pilihan warna sesuai selera mereka.

Warna dan Motif Sebagai Faktor Penentu Pembelian

Pahamilah bahwa warna dan motif tidak hanya berfungsi sebagai unsur estetika, tetapi juga menjadi faktor penentu bagi banyak konsumen. Pesona dari model dengan motif dan siluet yang menawan mampu menarik perhatian, tetapi harga tetap menjadi pertimbangan utama.

Mira, salah satu pedagang di kawasan tersebut, menjelaskan variasi produk yang ditawarkan. Ia memiliki tiga jenis gamis bini orang: polos seharga Rp 135.000, model berbahan serupa dengan motif bunga seharga Rp 150.000, dan semi brokat seharga Rp 200.000.

Mira menilai bahwa gamis polos paling banyak dicari karena harganya yang lebih bersahabat. Meskipun variasi model tidak begitu berbeda, perbedaan warna pada produk ini memberikan daya tarik tersendiri bagi konsumen.

Kebanyakan pembeli tidak hanya melihat harga, tetapi juga mempertimbangkan gaya dan kesesuaian dengan kebutuhan mereka saat Ramadan. Gamis yang tidak bermotif menjadi favorit, menunjukkan bahwa kesederhanaan memiliki tempat yang kuat dalam dunia fashion saat ini.

Siti dan Mira sepakat bahwa dengan berfokus pada kualitas bahan dan desain yang menarik, peluang untuk menarik pelanggan semakin besar. Ini menjadi strategi yang efektif di tengah persaingan bisnis gamis milik para pedagang lainnya.

Tren Mode di Bulan Ramadan dan Dampaknya

Tren mode di bulan Ramadan kerap kali dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya media sosial. Viralitas pakaian tertentu di platform seperti TikTok membawa keuntungan yang cukup besar bagi para pedagang di lokasi-lokasi strategis seperti Tanah Abang.

Hal tersebut terlihat jelas dari lonjakan kunjungan pelanggan yang mengejar model gamis bini orang. Banyak wanita yang ingin tampil stylish di bulan suci tanpa mengorbankan kesopanan dalam berpakaian.

Tentunya, bulan Ramadan adalah waktu yang penuh makna dan berkat bagi banyak orang, sehingga penting untuk tampil baik dalam setiap kesempatan. Inilah yang menjadikan kebutuhan akan produk fashion semakin meningkat di kalangan masyarakat.

Dalam memenuhi permintaan ini, para pedagang beradaptasi dengan cepat terhadap tren dan selera pasar. Hal ini memberikan dampak positif bagi bisnis mereka dan menciptakan peluang karyawan lokal dalam sektor ini.

Kesimpulannya, pasar Tanah Abang tidak hanya sekadar tempat perbelanjaan, tetapi juga menjadi sorotan dalam dunia fashion muslim. Dengan tren dan varian produk yang beragam, lokasi ini menjawab kebutuhan gaya hidup masa kini sekaligus menjaga nilai-nilai tradisional dalam berpakaian.

Related posts