Fabio Quartararo, juara dunia MotoGP 2021, mengungkapkan kekhawatirannya mengenai performa motor Yamaha V4 setelah tes di Sepang, Malaysia. Dengan hasil yang menunjukkan Yamaha berada di peringkat ke-14, Quartararo merasa bahwa ada banyak hal yang perlu diperbaiki untuk menghadapi musim yang akan datang.
Dalam tes tersebut, Quartararo mengalami masalah setelah mengalami kecelakaan yang mengakibatkan patah jari tangan. Meskipun demikian, dia tetap berusaha keras dan meraih posisi kesembilan, berjarak 0,851 detik dari Marc Marquez, meskipun hasil itu tidak memuaskan baginya.
Menurut Quartararo, mesin V4 yang digunakan Yamaha masih jauh dari ideal. Dia menyatakan pentingnya perbaikan dalam hal performa untuk bersaing di level tertinggi dalam ajang MotoGP.
Menghadapi Tantangan dengan Keberanian dan Determinasi
Quartararo menekankan bahwa kepercayaan diri menjadi kunci untuk menghadapi berbagai tantangan. Dengan pengalaman yang didapatnya di musim lalu, dia menyadari pentingnya untuk tetap bersikap optimis meskipun hasilnya belum memuaskan. Proses adaptasi dengan mesin baru tentunya tidak mudah.
“Kami harus berjuang lebih keras untuk mengatasi kekurangan yang ada,” ujarnya. Hasil saat ini merupakan acuan bagi tim untuk bekerja lebih keras dalam perbaikan yang diperlukan. Dia sangat menantikan untuk menunjukkan kemajuan di balapan mendatang.
Dalam semua keterbatasan itu, Quartararo tetap optimistis. Dia percaya, dengan usaha yang gigih dan kerja sama tim yang solid, Yamaha akan mampu mengejar ketertinggalan dari para pesaingnya.
Mengadaptasi Gaya Berkendara untuk Mesin V4
Quartararo, yang sebelumnya terbiasa dengan mesin Inline4, kini sedang berupaya beradaptasi dengan karakteristik V4. Dia mengakui bahwa perubahan ini membutuhkan penyesuaian dalam gaya berkendara. Walau demikian, dia merasa bahwa proses adaptasi berjalan lebih mulus dari yang dia perkirakan.
“Saya langsung merasakan di mana saya perlu berubah,” kata Quartararo. Meskipun ada kesulitan dalam beradaptasi, dia bertekad untuk menemukan cara terbaik agar bisa memaksimalkan potensi dari mesin V4 tersebut.
Dia juga menekankan pentingnya pengaturan khusus pada mesin. Dari anggapan awal, perubahan ini tidak hanya mempengaruhi performa tetapi juga bagaimana pembalap merasakan motor di trek. Ada banyak aspek teknis yang harus ditangani agar dapat meningkatkan performa saat balapan.
Fokus pada Waktu Putaran dan Performa Keseluruhan
Meskipun Quartararo berhasil mencatat waktu yang lebih baik dalam tes, dia tetap merasa bahwa hasil tersebut masih di bawah harapan. Dia menjelaskan bahwa waktu putaran yang didapat jauh dari performa optimal yang diharapkannya. Hal ini menambah motivasi bagi dirinya dan tim untuk terus memperbaiki performa.
“Kami tahu bahwa kami masih harus berjuang untuk mencapai level yang bisa bersaing,” ujarnya. Keterbatasan saat tes menjadi cerminan betapa pentingnya evaluasi yang konsisten dalam setiap aspek.
Kedepannya, Quartararo berharap bahwa tim Yamaha dapat menemukan solusi cepat untuk mengatasi kendala yang dihadapi. Proses penyempurnaan mesin dan strategi balapan yang tepat akan sangat menentukan hasil akhir di setiap putaran balapan yang ada.
