Tanah Bergerak di Pamekasan Meluas, Banyak Rumah Warga Rusak Terbelah

Bencana tanah bergerak di Pamekasan, Jawa Timur, telah menyebabkan krisis yang semakin mendalam bagi warga setempat. Dengan banyaknya rumah yang mengalami kerusakan parah, situasi ini menimbulkan kekhawatiran mendalam di kalangan masyarakat yang tinggal di zona terdampak.

Video yang beredar di media sosial menunjukkan bagaimana kondisi rumah-rumah tersebut semakin memburuk, dengan retakan besar yang menjalar di dinding dan struktur bangunan. Selain itu, halaman rumah pun terlihat terbelah akibat pergerakan tanah yang tidak terduga ini.

Kekhawatiran akan kemungkinan ambruknya bangunan menjadi alasan utama bagi warga untuk segera bertindak. Mereka pun berinisiatif untuk menyelamatkan barang-barang penting seperti perabotan dan dokumen penting sebelum situasi menjadi lebih buruk.

Barang-barang tersebut ditumpuk dan dipindahkan ke lokasi yang lebih aman, menunjukkan betapa seriusnya kondisi yang dihadapi. Warga pun saling membantu untuk mempertahankan apa yang bisa diselamatkan.

Dampak Bencana Tanah Bergerak bagi Warga Pamekasan

Beberapa rumah, sekitar sembilan unit, dilaporkan terdampak secara langsung oleh bencana ini. Dalam video yang beredar, terlihat seorang warga mengungkapkan bahwa mereka bersiap untuk mengungsi demi menghindari risiko yang lebih besar.

“Kami tidak ingin mengambil risiko lebih lanjut, jadi barang-barang penting sudah kami amankan,” ungkap seorang perekam video yang menunjukkan kondisi di lapangan. Ketegangan dan kecemasan jelas terlihat di wajah mereka.

Warga yang lebih memilih untuk mengungsi mencari tempat berlindung di rumah anggota keluarga terdekat. Beberapa bahkan memilih untuk mengungsi ke langgar yang terbuat dari kayu, berharap tempat tersebut dapat menjamin keselamatan mereka dari kemungkinan ambruknya bangunan.

Pemerintah Daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan pun telah merespons dengan cepat. Tim dari BPBD menerjunkan petugas untuk membantu situasi yang semakin genting ini.

Respon Pemerintah dan Rencana Penanganan Darurat

Plt Kalaksa BPBD Pamekasan, Akhmad Dhofir Rosidi, memastikan bahwa tim penanggulangan bencana akan segera melakukan pendekatan ke lokasi bencana. Penanganan yang cepat sangat diperlukan untuk mencegah kerugian yang lebih besar.

“Ini adalah kejadian kedua di wilayah yang sama. Kami sudah melakukan asesmen di jalan yang retak akibat longsor dan hari ini ternyata merembet ke rumah warga,” jelas Dhofir. Kegiatan asesmen penting untuk mengetahui sejauh mana kerusakan yang terjadi.

Warga diimbau untuk tetap waspada dan segera mengungsi ke tempat yang lebih aman. Komunikasi antara pihak berwenang dan masyarakat harus terus terjalin agar informasi terkini bisa segera disampaikan.

Dari hasil asesmen tersebut, pihak BPBD dapat mengambil langkah lebih lanjut, termasuk menyiapkan tenda darurat jika diperlukan. Dengan cepatnya pengambilan keputusan, diharapkan keselamatan warga bisa terjamin.

Langkah Keselamatan yang Perlu Diambil oleh Warga

Penting bagi warga untuk mengenali tanda-tanda bahaya yang muncul akibat tanah bergerak. Jika ditemukan retakan di tanah atau bangunan, sebaiknya segera melaporkan kepada pihak berwenang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Selalu disarankan untuk memiliki rencana evakuasi dalam situasi darurat. Setiap anggota keluarga perlu tahu ke mana harus pergi dan apa yang harus dibawa saat mengungsi. Ketersediaan barang-barang penting seperti makanan, air, dan obat-obatan juga harus dipastikan.

Masyarakat juga perlu berkolaborasi dengan pihak BPBD dan lembaga terkait guna mengoptimalkan upaya penanggulangan. Kerja sama ini sangat efektif dalam menghadapi situasi darurat yang mungkin terjadi kapan saja.

Melibatkan diri dalam pelatihan penanggulangan bencana juga dapat menjadi langkah preventif yang bijaksana. Dengan pemahaman yang baik tentang strategi penanganan bencana, ancaman dapat diminimalisir.

Related posts